Tanaman
melinjo sangat mudah dibudidayakan karena tidak membutuhkan persyaratan tempat
tumbuh yang khusus terutama berkaitan dengan kualitas tanah. Tanaman ini
dapat tumbuh dengan tidak baik sehingga di gunakan sebagai tanaman penghijauan.
Pemilihan
Lokasi Penanaman
a.Iklim
·
Tanaman melinjo
tumbuh baik di berbagai jenis tanah, baik maupun tidak baik.
·
Curah hujan
yang baik untuk tanaman melinjo adalah 2500-3000 per tahun.
·
Melinjo dapat
tumbuh dengan ketinggian 1200 m diatas permukaan laut. Namun produksi yang baik
dengan ketinggian 400 m diatas permukaan laut.
b.Media tanah
·
Melinjoh tidak
membutuhkan tanah yang cukup baik , karena tanaman ini mudah tumbuh dan
berkembang dengan baik.
Cara
Budidaya Tanaman Melinjo
a.Perbanyakan tanaman
Perbanyakan
tanaman ini bisa dilakukan secara vegetatif dan generatif. Namun perlu
diperhatikan bahwa biji melinjo sangat sulit di kecambahkan sehingga
perbanyakan vegetatif sangat di perlukan tanaman ini.
b.Persiapan media tanam
Persiapan
media ini dengan membersihkan rerumputan, dibajak, di cangkul dan batang kayu
di kumpulkan, persiapan media tanam sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan.
Pembuatan
lobang tanam untuk melinjog disiapkan 3-4 minggu sebelum penanamaan
berlangsung. Untuk leubang galian tanam berukuran 60 x 60 x 75 cm, kemudian
pemberian pupuk tanaman setelah pembuatan lubang dengan pupuk kandanf 10 kg/
lubang tanam.
c.Penanaman melinjo
Penanaman
dilakukan saat awal musim hujan, bibit yang akan di tanam di lepas terlebih
dahulu polibag. Kemudian letakan akar cabang ke bagian lubang tanam dengan
baik, dan jangan sampai akar rusak. bertujuan agar tanaman tidak layu dan
mengalami kematian. Tanaman di beri penyangga dari bambu agar tetap tegak.
Perawatan
tanaman melinjo
a.Penyiraman
penyiraman
dilakukan 2 kali sehari selama dua minggu setelah tanam, selebihnya cukup
sehari sekali. Dengan penyiraman berlangsung untuk menjaga kelembapan tanah
agar tanaman tetap subur dan sehat. Hindari penyiraman berlebihan pada tanaman
yang akan membuat kelayuan dan kematian pada tanaman, sebaiknya dilakukan
sewajarnya.
b.Pemberian pupuk
Pemberian pupuk pada tanaman ini mengunakan pupuk kandang maupun pupuk buatan. Pemberian ini dilakukan 2 tahun sekali. Pemupukan ini dilakukan dengan cara membenamkan pupuk pada lubang yang di gali sedalam 10-15 cm melingkar atau dengan menaburkan di sekitar tanaman melinjo.
c.Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk menghilangkan tanaman penganggu,
rerumputan liar dan tanaman merambat di sekitar tanaman melinjo. Penyiangan ini
dilakukan setiap hari, sebaiknya saat melakukan penyiangan dilakukan dahulu
pengemburan tanah di sekeliling tanaman.
d.Penyulaman
Penyulaman dilakukan saat ada bibit yang mati di dalam lahan,
kemudian di ganti dengan bibit yang baru. Penyulaman ini segera dilakukan agar
pertumbuhan tanaman serentak dengan tanaman lainnya.
e. Pemangkasan
Pemangkasan ini dilakukan saat tanaman sudah memiliki ketinggian
yang tinggi. Hal ini bertujuan agar di waktu pemanenan sangat mudah di ambil.
Selain itu, pemangkasan juga dapat mempermudah pengontrolan hama dan penyakit.
Pengendalian
Hama dan Penyakit Terpadu
Gejala serangan hama dan penyakit memanglah sangat menganggu
tanaman. Berdasarkan serangan ini akan dapat menurunkan produksi tanaman
melinjo. Gejala hama dan penyakit akan tampak setelah menyerang tanaman yang
baru diketahui penyakit dan cara penangulangginya. Berikut gajala yang sering
menyerang tanaman melinjo:
HAMA
·
Permukaan
daun berbintik kuning. Disebabkan oleh serangan kutu Lepidosaphes sp yang
menghisap cairan daun. Pengendalian mengunakan penyemprotan musuh alami yaitu
predator dan parasitoid. Famili Coccinellidae (Chilocorus, Symnus dan Harmonia) dan Formicidae
sebagai predator. Famili Trichogrammatidae (Trichogramma) dan
Aphelinidae (Aphytis dan Encarsia) sebagai parasitoid.
·
Permukaan
daun berbintik merah kecokltan atau putih. Disebabkan oleh serangan tungau
merah. Pengendalian menggunakan penyemprotan pestisida nabati dari ekstrak biji
mimba.
PENYAKIT
·
Daun
layu berwarna kuning dan kemerah-merahan. Disebabkan oleh Layu pembulu bakteri.
Pengendalian menggunakan budidaya sehat utamanya benih sehat, tanah sehat,
penggunaan varietas tahan.
·
Anak
tulang daun berwarna coklat dan helai daun berwarna kuning. Disebabkan oleh
bakteri Erwinia amylovora. Pengendalian
menggunakan varietas tahan, benih yang sehat, budidaya yang sehat, dan memotong
bagian daun yang terkena penyakit tersebut.
·
Daun
bercak coklat dengan pola bervariasi. Di sebabkan oleh cendawan Gloeosporium
sp. Pengendalian menggunakan Trichoderma sp.
Panen dan
Pasca Panen
Pemanenan tanaman melinjo dapat di panen setelah berumur 5-6
tahun. Masa buah melinjo terjadi 2 kali dalam setahun. Pemanenan ini dilakukan
dengan cara memanjat atau menggunakan galah atau tangga. Setelah di panjat lalu
lakukan pemetikan buah dan di kumpulkan ke wadah buah tua dan wadah buah mudah. Hasil panen melinjo biasanya dijadikan emping.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar