LAKSONO ARYUL WIBOWO 1525010124 AGROTEKNOLOGI B-25

BUDIDAYA TANAMAN MELINJO

Tanaman melinjo sangat mudah dibudidayakan karena tidak membutuhkan persyaratan tempat tumbuh yang khusus terutama berkaitan dengan kualitas tanah.  Tanaman ini dapat tumbuh dengan tidak baik sehingga di gunakan sebagai tanaman penghijauan.

Pemilihan Lokasi Penanaman

a.Iklim

·         Tanaman melinjo tumbuh baik di berbagai jenis tanah, baik maupun tidak baik.
·         Curah hujan yang baik untuk tanaman melinjo adalah 2500-3000 per tahun.
·         Melinjo dapat tumbuh dengan ketinggian 1200 m diatas permukaan laut. Namun produksi yang baik dengan ketinggian 400 m diatas permukaan laut.

b.Media tanah

·         Melinjoh tidak membutuhkan tanah yang cukup baik , karena tanaman ini mudah tumbuh dan berkembang dengan baik.

Cara Budidaya Tanaman Melinjo

a.Perbanyakan tanaman

Perbanyakan tanaman ini bisa dilakukan secara vegetatif dan generatif. Namun perlu diperhatikan bahwa biji melinjo sangat sulit di kecambahkan sehingga perbanyakan vegetatif sangat di perlukan tanaman ini.

b.Persiapan media tanam

Persiapan media ini dengan membersihkan rerumputan, dibajak, di cangkul dan batang kayu di kumpulkan, persiapan media tanam sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan.
Pembuatan lobang tanam untuk melinjog disiapkan 3-4 minggu sebelum penanamaan berlangsung. Untuk leubang galian tanam berukuran 60 x 60 x 75 cm, kemudian pemberian pupuk tanaman setelah pembuatan lubang dengan pupuk kandanf 10 kg/ lubang tanam.

c.Penanaman melinjo

Penanaman dilakukan saat awal musim hujan, bibit yang akan di tanam di lepas terlebih dahulu polibag. Kemudian letakan akar cabang ke bagian lubang tanam dengan baik, dan jangan sampai akar rusak. bertujuan agar tanaman tidak layu dan mengalami kematian. Tanaman di beri penyangga dari bambu agar tetap tegak.

Perawatan tanaman melinjo

a.Penyiraman

penyiraman dilakukan 2 kali sehari selama dua minggu setelah tanam, selebihnya cukup sehari sekali. Dengan penyiraman berlangsung untuk menjaga kelembapan tanah agar tanaman tetap subur dan sehat. Hindari penyiraman berlebihan pada tanaman yang akan membuat kelayuan dan kematian pada tanaman, sebaiknya dilakukan sewajarnya.

b.Pemberian pupuk

Pemberian pupuk pada tanaman ini mengunakan pupuk kandang maupun pupuk buatan. Pemberian ini dilakukan 2 tahun sekali. Pemupukan ini dilakukan dengan cara membenamkan pupuk pada lubang yang di gali sedalam 10-15 cm melingkar atau dengan menaburkan di sekitar tanaman melinjo. 


c.Penyiangan

Penyiangan bertujuan untuk menghilangkan tanaman penganggu, rerumputan liar dan tanaman merambat di sekitar tanaman melinjo. Penyiangan ini dilakukan setiap hari, sebaiknya saat melakukan penyiangan dilakukan dahulu pengemburan tanah di sekeliling tanaman.

d.Penyulaman

Penyulaman dilakukan saat ada bibit yang mati di dalam lahan, kemudian di ganti dengan bibit yang baru. Penyulaman ini segera dilakukan agar pertumbuhan tanaman serentak dengan tanaman lainnya.

e. Pemangkasan

Pemangkasan ini dilakukan saat tanaman sudah memiliki ketinggian yang tinggi. Hal ini bertujuan agar di waktu pemanenan sangat mudah di ambil. Selain itu, pemangkasan juga dapat mempermudah pengontrolan hama dan penyakit.

Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu

Gejala serangan hama dan penyakit memanglah sangat menganggu tanaman. Berdasarkan serangan ini akan dapat menurunkan produksi tanaman melinjo. Gejala hama dan penyakit akan tampak setelah menyerang tanaman yang baru diketahui penyakit dan cara penangulangginya. Berikut gajala yang sering menyerang tanaman melinjo:
HAMA
·         Permukaan daun berbintik kuning. Disebabkan oleh serangan kutu Lepidosaphes sp yang menghisap cairan daun. Pengendalian mengunakan penyemprotan musuh alami yaitu predator dan parasitoid. Famili Coccinellidae (Chilocorus, Symnus dan Harmonia) dan Formicidae sebagai predator. Famili Trichogrammatidae (Trichogramma) dan Aphelinidae (Aphytis dan Encarsia) sebagai parasitoid.

·         Permukaan daun berbintik merah kecokltan atau putih. Disebabkan oleh serangan tungau merah. Pengendalian menggunakan penyemprotan pestisida nabati dari ekstrak biji mimba.



PENYAKIT
·         Daun layu berwarna kuning dan kemerah-merahan. Disebabkan oleh Layu pembulu bakteri. Pengendalian menggunakan budidaya sehat utamanya benih sehat, tanah sehat, penggunaan varietas tahan.

·         Anak tulang daun berwarna coklat dan helai daun berwarna kuning. Disebabkan oleh bakteri Erwinia amylovora. Pengendalian menggunakan varietas tahan, benih yang sehat, budidaya yang sehat, dan memotong bagian daun yang terkena penyakit tersebut.

·         Daun bercak coklat dengan pola bervariasi. Di sebabkan oleh cendawan Gloeosporium sp. Pengendalian menggunakan Trichoderma sp.

·         Dauan bercak bulat degan warna kuning di sekeliling permukaan daun bawah. Di sebabkan oleh Colletotrichum sp. Pengendalian menggunakan Trichoderma sp.

 

Panen dan Pasca Panen


Pemanenan tanaman melinjo dapat di panen setelah berumur 5-6 tahun. Masa buah melinjo terjadi 2 kali dalam setahun. Pemanenan ini dilakukan dengan cara memanjat atau menggunakan galah atau tangga. Setelah di panjat lalu lakukan pemetikan buah dan di kumpulkan ke wadah buah tua dan wadah buah mudah. Hasil panen melinjo biasanya dijadikan emping.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar